RSS

Perbandingan Platform P2P di Indonesia: Strategi Mitigasi Risiko, Potensi Return, dan Tingkat Keamanan

Sumber

Platform-platform P2P telah menjadi pilihan populer bagi individu yang ingin berinvestasi di pasar pinjaman secara langsung, tanpa melalui lembaga keuangan tradisional. Namun, dengan beragamnya platform yang tersedia, penting bagi calon investor untuk memahami strategi mitigasi risiko, potensi return, dan tingkat keamanan yang ditawarkan oleh masing-masing platform. Melalui perbandingan ini, kami bertujuan untuk memberikan wawasan yang berguna bagi pembaca dalam memilih platform P2P yang sesuai dengan tujuan dan profil risiko mereka.

Berikut ini adalah sejumlah platform Peer-to-Peer (P2P) lending terkemuka di Indonesia yang memfasilitasi proses pinjaman secara daring antara peminjam dan investor.

TKB - KOINWORKS (92%) 

KoinWorks adalah platform P2P lending terkemuka di Indonesia yang memungkinkan individu dan perusahaan untuk meminjam dana secara online. Mereka menawarkan berbagai jenis pinjaman, termasuk untuk usaha mikro, UKM, dan proyek bisnis lainnya. Dengan proses seleksi peminjam yang ketat dan analisis data yang cermat, KoinWorks bertujuan untuk memastikan kualitas dan keberlanjutan pinjaman. Sebagai perantara antara peminjam dan investor, KoinWorks memberikan kesempatan bagi investor untuk mendapatkan keuntungan dari bunga yang dibayarkan oleh peminjam, sambil memberikan akses pinjaman yang lebih mudah dan cepat bagi para peminjam.

Mitigasi Resiko  

KoinWorks menerapkan strategi mitigasi risiko yang komprehensif guna melindungi investasi para pengguna mereka. Salah satu langkah utama yang mereka lakukan adalah melakukan analisis kredit yang ketat untuk memilih peminjam potensial. Dalam proses ini, KoinWorks mengamati berbagai faktor termasuk data keuangan, rekam jejak kredit, dan informasi bisnis yang terkait. Hasil analisis ini akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kualitas kredit dan risiko pinjaman yang terkait. Selain itu, KoinWorks juga menerapkan sistem grading untuk setiap pinjaman yang mereka tawarkan. Grading ini mengklasifikasikan pinjaman berdasarkan tingkat risiko yang terkait dengannya. Dengan adanya sistem grading ini, para investor dapat memilih pinjaman yang sesuai dengan toleransi risiko mereka. Dengan demikian, KoinWorks berupaya untuk meminimalkan risiko yang terkait dengan pinjaman yang mereka fasilitasi dan menjaga keamanan investasi bagi para pengguna platform mereka.

KoinWorks juga memiliki dana provisi yang disiapkan sebagai jaminan dalam menghadapi pinjaman bermasalah. Dana provisi akan cair jika KoinWorks menyatakan gagal bayar untuk pinjaman tersebut, namun pencairan dana tersebut tergantung pada grade pinjaman. Semakin rendah grade pinjaman, semakin kecil proporsi dana pinjaman yang dikembalikan, hanya berupa nilai pokok tanpa bunga.

  

Perkiraan Imbal Balik Tahunan dalam Investasi di KoinWorks

Berikut adalah perkiraan imbal hasil tahunan untuk berbagai grade pinjaman di KoinWorks:

  • Grade A: 11,62% - 12,98% per tahun
  • Grade B: 14,82% - 16,56% per tahun
  • Grade C: 18,11% - 19,23% per tahun
  • Grade D: 21,28% - 21,29% per tahun
  • Grade E: 34,63% - 39,64% per tahun

Perkiraan ini menunjukkan rentang potensial imbal hasil yang dapat diperoleh oleh investor berdasarkan grade pinjaman yang dipilih. Penting untuk diingat bahwa ini hanyalah hasil pengamatan tahun 2023 dan hasil aktual dapat bervariasi. Investasi memiliki risiko dan tingkat pengembalian dapat dipengaruhi oleh performa dan keberlanjutan peminjam.

Cara Menjadi Peminjam

Untuk menjadi peminjam di platform KoinWorks, Anda perlu mengunduh aplikasi KoinWorks melalui Play Store. Lakukan registrasi sesuai petunjuk yang diberikan oleh KoinWorks, dan pastikan Anda mengisi nomor NPWP Anda dengan benar. Hal ini penting untuk menghindari potensi pajak yang tinggi di masa mendatang.


Untuk mendapatkan koin sebesar Rp.500.000,00 harap masukkan kode FS05026 seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini. Tetapi kode referensi bersifat opsional dan bisa dilanjutkan tanpa memasukkan kode referensi.

Jika semua persyaratan sudah terpenuhi anda hanya perlu untuk top up dan memilih pinjaman berdasarkan resiko profil anda masing-masing.

 

 


TKB - AMARTHA (98,86%)

Amartha P2P menargetkan pasar mikro, yaitu individu-individu yang berada dalam kategori mikro-entrepreneur di Indonesia. Kelompok ini umumnya terdiri dari orang-orang dengan usaha kecil atau mikro, seperti peternak, petani, pengrajin, pedagang kecil, dan pelaku usaha produktif lainnya. Mereka seringkali tidak memiliki akses yang memadai ke lembaga keuangan formal seperti bank dan koperasi.

Amartha P2P bertujuan untuk memberikan solusi keuangan kepada para mikro-entrepreneur yang membutuhkan pendanaan untuk mengembangkan atau memperluas usaha mereka. Platform ini memungkinkan para mikro-entrepreneur untuk mengajukan pinjaman secara online dengan proses yang cepat dan mudah. Amartha P2P juga memberikan pendampingan dan pelatihan bisnis kepada para peminjam untuk membantu mereka meningkatkan keterampilan pengelolaan usaha dan mengoptimalkan penggunaan dana pinjaman.

Dengan memfokuskan pada pasar mikro, Amartha P2P berperan dalam memajukan sektor ekonomi mikro di Indonesia, meningkatkan pendapatan dan taraf hidup para mikro-entrepreneur, serta memberikan akses keuangan yang lebih inklusif bagi mereka yang sebelumnya sulit mendapatkan pendanaan dari sumber-sumber tradisional.

Mitigasi Resiko  

Penting bagi pendana untuk memahami baik tingkat pengembalian dan risiko yang terkait dengan pendanaan. Amartha, sebagai penyelenggara kegiatan P2P lending, berkomitmen untuk menjadi penghubung antara pendana dan penerima pinjaman. Mereka melakukan penagihan berkala dan upaya penagihan lebih lanjut jika penerima pinjaman mengalami gagal bayar. 

Jika penerima pinjaman tidak dapat melunasi kewajibannya selama 12 minggu berturut-turut, Amartha menerapkan mekanisme write off, di mana penagihan dihentikan dan sisa nilai pendanaan yang belum terbayarkan tidak akan diterima oleh pendana. Langkah ini dilakukan untuk menjaga transparansi informasi dan membantu pendana dalam pengambilan keputusan pendanaan yang lebih baik di masa depan.

Perkiraan Imbal Balik Tahunan dalam Investasi di Amartha

Berikut adalah perkiraan imbal hasil tahunan untuk berbagai grade pinjaman di Amartha:

  • Grade A: 11,52% - 12% per tahun
  • Grade B: 12,5% per tahun



TKB - INVESTREE (96,67%)

Investree adalah platform fintech yang menyediakan layanan peer-to-peer lending (P2P lending) di Indonesia. Fokus utamanya adalah mempertemukan pemberi pinjaman dengan peminjam dari segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan menggunakan teknologi digital yang canggih, Investree menyediakan platform yang memudahkan proses peminjaman dengan cepat dan efisien, serta mengurangi hambatan akses pendanaan bagi UMKM.

Melalui Investree, UMKM memiliki kesempatan untuk mendapatkan pinjaman tanpa harus melewati proses yang rumit dan memenuhi persyaratan yang ketat dari institusi keuangan tradisional. Hal ini membantu UMKM untuk mengatasi kesulitan dalam mendapatkan akses keuangan yang diperlukan untuk mengembangkan bisnis mereka.

Investree juga memberikan keuntungan bagi pemberi pinjaman dengan tingkat pengembalian yang kompetitif. Sebagai pemberi pinjaman, mereka dapat memanfaatkan platform ini sebagai alternatif investasi yang menguntungkan. Dengan demikian, Investree memberikan manfaat ganda, yaitu membantu UMKM dalam pertumbuhan mereka dan memberikan kesempatan investasi yang menguntungkan bagi pemberi pinjaman.

Dengan menyediakan layanan P2P lending yang inovatif, Investree berperan dalam memperkuat sektor UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Dalam lingkup yang lebih luas, Investree juga berkontribusi pada inklusi keuangan, dengan memberikan akses keuangan kepada UMKM yang sebelumnya sulit mendapatkan dukungan dari institusi keuangan tradisional.

Mitigasi Resiko   

Investree mengimplementasikan strategi yang komprehensif dalam memitigasi risiko gagal bayar. Pertama, mereka melakukan analisis kredit yang cermat untuk menilai kelayakan peminjam. Tim risiko Investree melakukan evaluasi mendalam terhadap calon peminjam, termasuk analisis kinerja keuangan, riwayat kredit, dan profil bisnis. Dengan pendekatan ini, Investree dapat mengidentifikasi risiko potensial sejak awal dan membuat keputusan yang lebih baik dalam menyetujui atau menolak pinjaman.

Selain itu, Investree melibatkan petugas lapangan atau business partner untuk pemantauan aktif terhadap penerima pinjaman. Petugas lapangan secara berkala mengunjungi usaha peminjam untuk memastikan penggunaan dana pinjaman sesuai dengan kesepakatan dan memberikan bimbingan dalam pengelolaan usaha. Langkah ini membantu mengidentifikasi potensi masalah atau kesulitan yang mungkin timbul dan memungkinkan Investree untuk mengambil tindakan yang tepat untuk mengurangi risiko gagal bayar sebelum menjadi lebih serius.

Investree mempunyai kebijakan asuransi yang memberikan perlindungan kepada pemberi pinjaman dan penerima pinjaman. Dalam hal ini, Investree bekerja sama dengan mitra asuransi yang memberikan pengembalian maksimal hingga 90% dari pokok pinjaman, berdasarkan premi yang telah dibayarkan oleh Investree. Dengan adanya kebijakan asuransi ini, Investree memberikan perlindungan tambahan dan meningkatkan kepercayaan bagi para pihak yang terlibat dalam transaksi pinjaman di platform mereka.

 

Perkiraan Imbal Balik Tahunan dalam Investasi di Investree

Investree menawarkan perkiraan imbal balik yang berbeda berdasarkan tingkat kualitas pinjaman. Secara umum, perkiraan imbal balik Investree berkisar antara 13% untuk pinjaman dengan peringkat "Grade A" hingga 18% untuk pinjaman dengan peringkat "Grade C". Peringkat ini mengacu pada penilaian risiko yang dilakukan oleh Investree terhadap peminjam. Meskipun penulis hanya menemukan informasi hingga peringkat "Grade C", Investree mungkin menawarkan imbal balik yang berbeda untuk peringkat pinjaman yang lebih tinggi. Perlu dicatat bahwa perkiraan ini dapat berubah dari waktu ke waktu dan disesuaikan dengan kondisi pasar serta profil risiko peminjam yang terkait.

 

Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat ditarik adalah bahwa setiap platform P2P lending memiliki mitigasi risiko dan imbal balik yang berbeda. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan penelitian yang cermat sebelum membuat keputusan investasi. Risiko selalu terkait dengan investasi, dan penilaian risiko harus didasarkan pada pemahaman yang mendalam tentang platform serta kemampuan pribadi untuk menghadapi risiko tersebut.

KoinWorks adalah salah satu platform P2P lending yang disarankan oleh penulis. Menurut penulis, KoinWorks memiliki dana provisi yang dianggap relatif aman jika pinjaman diberikan hanya kepada peminjam dengan peringkat A. Namun, penting untuk diingat bahwa semua investasi memiliki risiko, termasuk risiko kredit yang terkait dengan kemampuan peminjam untuk melunasi pinjaman.

Penting untuk menyadari bahwa kesimpulan tersebut didasarkan pada subjektivitas penulis dan pengalaman pribadi yang mungkin tidak mencerminkan pengalaman atau kebutuhan individu lainnya. Oleh karena itu, sebelum membuat keputusan investasi, disarankan untuk melakukan analisis mendalam, menggabungkan berbagai faktor, dan mempertimbangkan profil risiko masing-masing individu.

Penulis berniat untuk mencoba platform-platform lain dan membuat dokumentasi mengenai pengalamannya dengan harapan dapat berbagi informasi dan pengetahuan kepada pembaca lainnya. Dengan cara ini, pembaca dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang berbagai platform P2P lending dan membuat keputusan investasi yang lebih baik.

 

Sumber


Pengalaman Beli Surat Berharga Negara (SBN)

Sebelum saya memulai cerita tentang pengalaman saya dalam membeli Surat Berharga Negara (SBN), penting untuk mengasumsikan bahwa pembaca sudah memahami apa itu Surat Berharga Negara (SBN). Saya ingin berbagi nilai investasi dan keuntungan yang saya peroleh dari investasi tersebut.

Pada awalnya, saya melakukan investasi hanya dalam bentuk deposito bank. Sebelum pandemi, tingkat bunga deposito bank cukup menguntungkan, dengan tingkat pengembalian sekitar 5-6% per tahun menurut penilaian saya. Namun, situasi berubah drastis ketika pandemi COVID-19 melanda. Tingkat bunga deposito turun secara signifikan, bahkan mencapai 1-2% per tahun, yang menurut saya sangat rendah.

Periode tersebut juga ditandai dengan masa pengangguran saya selama dua bulan akibat pemotongan (cut) yang membuat saya tidak memiliki penghasilan sama sekali. Hal ini mendorong saya untuk memikirkan tentang menciptakan sumber pendapatan pasif yang stabil. Sambil mencari pekerjaan baru, saya melakukan riset untuk menemukan tempat yang lebih baik untuk mengalokasikan uang saya daripada menaruhnya di deposito bank yang memberikan tingkat bunga yang rendah.

Akhirnya, saya memutuskan untuk berinvestasi dalam Surat Berharga Negara (SBN). Keputusan ini didasarkan pada pertimbangan bahwa Surat Berharga Negara (SBN) memiliki tingkat keamanan yang relatif tinggi karena dijamin oleh pemerintah. Saya juga memiliki pandangan sederhana bahwa jika saya membandingkan kemungkinan kebangkrutan Bank BCA dengan kebangkrutan pemerintah Indonesia dalam situasi buruk, maka kemungkinan Bank BCA akan mengalami kebangkrutan lebih dulu daripada pemerintah Indonesia.

Selain itu, SBN menawarkan tingkat bunga yang menarik, sekitar 5,9% hingga 6,4% per tahun dengan potongan pajak sebesar 10%. Menurut saya, hal ini cukup menguntungkan dan mengurangi kekhawatiran terkait penempatan dana. Saya telah menginvestasikan sekitar 80 juta rupiah dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN).

 

  • SBR012T4

Salah satu jenis Surat Berharga Negara (SBN) yang saya beli adalah SBR012T4, yang menggunakan konsep floating with floor. Hal ini berarti kupon atau bunga yang diberikan mengikuti perubahan suku bunga. Jika suku bunga naik, kupon atau bunga bulanan juga akan naik, dan jika suku bunga turun, kupon atau bunga juga akan turun, namun dengan batasan turun sebesar 6,4%. Menurut saya, tingkat ini cukup tinggi dan menguntungkan.

Namun, produk ini memiliki kelemahan yaitu tidak dapat dijual, hanya dapat ditarik sebanyak setengah dari nilai pokok melalui proses early redemption dan itu harus menunggu hingga setengah waktu dari tenor. Oleh karena itu, saya hanya mengalokasikan sekitar 80 juta rupiah dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN) ini, agar tidak terjebak jika membutuhkan uang secara mendesak.

  • SR017

Selain SBR012T4, saya juga membeli jenis Surat Berharga Negara (SBN) lainnya yaitu SR017. Surat Berharga Negara (SBN) ini dapat dijual di pasar sekunder, namun tingkat bunganya tetap atau tidak mengikuti perubahan suku bunga. Jika ada jenis Surat Berharga Negara (SBN) lain yang menawarkan tingkat bunga lebih menguntungkan dan memiliki konsep yang mirip dengan SR017, saya akan menjualnya dan memindahkan investasi ke jenis Surat Berharga Negara (SBN) yang lebih menguntungkan tersebut. Setidaknya, bunga yang saya peroleh dari Surat Berharga Negara (SBN) ini lebih baik daripada deposito bank.

SBN SR017 memiliki tenor sekitar 3 tahun, dan satu-satunya cara untuk mendapatkan uang tunai jika ada kebutuhan mendesak adalah dengan menjualnya di pasar sekunder. Harga Surat Berharga Negara (SBN) ini dapat naik atau turun tergantung situasi, sehingga sebaiknya tidak menggunakan uang yang sangat dibutuhkan untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN).

Sebagai informasi tambahan, berikut ini adalah screenshot nilai investasi dan keuntungan bulanan yang saya peroleh dari Surat Berharga Negara (SBN):



Dalam satu bulan, saya mendapatkan total kupon atau bunga sebesar 2.779.538 juta rupiah dari investasi dalam Surat Berharga Negara (SBN). Hal ini cukup menguntungkan jika dibandingkan dengan deposito bank dengan nilai yang sama, yang hanya memberikan kupon atau bunga sebesar 984.833 juta rupiah sebelum dipotong pajak sebesar 20%. Sebaliknya, pendapatan bersih yang saya peroleh dari Surat Berharga Negara (SBN) sudah mencapai jumlah tersebut. Meskipun demikian, saya masih merasa belum memaksimalkan potensi keuntungan yang dapat saya peroleh, karena menurut saya tingkat bunga sebesar 5,9% masih tergolong rendah. Saya akan membuat artikel lain jika saya menemukan cara yang lebih baik untuk mengoptimalkan investasi.

Dengan demikian, kesimpulan saya adalah jika Anda masih bingung atau baru dalam dunia investasi, langkah awal yang saya sarankan adalah membeli Surat Berharga Negara (SBN) daripada menaruh uang di deposito bank yang memberikan tingkat bunga yang rendah. Saya juga menyarankan untuk menyisihkan uang dan menginvestasikannya, daripada menghabiskannya untuk konsumsi seketika. Dengan cara ini, Anda dapat memanfaatkan pendapatan pasif ketika jumlahnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang lebih menyenangkan.

Per tanggal 21 Mei 2023, saya masih terus menerima kupon bulanan dari Surat Berharga Negara (SBN) yang saya beli, dan belum ada kejadian buruk yang terjadi terhadap investasi tersebut. Saya percaya bahwa dengan menunda kesenangan saat ini, kita dapat mencapai pensiun dini melalui pendapatan pasif.

Demikianlah cerita pengalaman saya dalam membeli Surat Berharga Negara (SBN) dan nilai serta keuntungan yang saya peroleh. Saya berharap cerita ini dapat memberikan wawasan dan inspirasi bagi pembaca yang tertarik dalam dunia investasi. Jika anda tertarik dengan investasi yang serupa dengan return yang lebih tinggi anda dapat mencari tau tentang P2P.

Banyak sekali platform untuk membeli SBN seperti Welma, Bibit, Bareksa dan lain-lain. Jika pembaca adalah investor baru dan menggunakan Bibit, gunakan kupon uangfirman untuk mendapatkan cashback senilai Rp.25.000.

 

P2P Lending: Kisah Nyata Saya dalam Membangun Portofolio Investasi

 

Selain investasi pada Surat Berharga Negara (SBN) dan deposito, saya telah memutuskan untuk melengkapi portofolio saya dengan investasi pada peer-to-peer lending (P2P). Tujuan utama saya adalah untuk mendiversifikasi investasi saya dan mengeksplorasi peluang yang ditawarkan oleh P2P lending. Salah satu aspek yang menarik bagi saya adalah kemampuan untuk memperoleh masa tenor yang lebih pendek daripada SBN, sekaligus mendapatkan imbal hasil yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan SBN dan deposito.

Masa tenor investasi menjadi pertimbangan yang penting bagi saya karena saya menghargai fleksibilitas dan likuiditas dalam mengelola keuangan pribadi. Ketika saya berinvestasi dalam instrumen dengan masa tenor yang cukup panjang, saya menyadari bahwa dana yang diinvestasikan akan terkunci untuk jangka waktu yang lama. Hal ini dapat menghambat kemampuan saya untuk mengakses dana tersebut jika saya menghadapi kebutuhan mendesak atau jika muncul peluang investasi yang lebih menguntungkan.

Dalam beberapa kasus, kebutuhan mendesak seperti biaya medis yang tak terduga, perbaikan mendadak pada properti, atau peluang bisnis yang menarik dapat muncul di luar dugaan. Jika dana investasi saya terikat dalam instrumen dengan masa tenor yang panjang, saya mungkin mengalami kesulitan dalam mendapatkan dana secara cepat dan efisien untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Selain itu, adanya instrumen investasi dengan masa tenor yang lebih pendek memungkinkan saya untuk merespons lebih fleksibel terhadap perubahan keadaan dan peluang yang lebih baik.

KoinWorks telah menjadi salah satu platform pertimbangan utama saya dalam melakukan investasi. Setelah melakukan pembelajaran dan penelitian, saya menemukan bahwa KoinWorks memiliki pendekatan yang efektif dalam mitigasi risiko, yang pada akhirnya membuat saya merasa nyaman dengan platform ini dibandingkan dengan platform lainnya. Salah satu aspek yang menarik dari KoinWorks adalah adanya dana provisi, yang merupakan dana yang disiapkan untuk mengatasi kemungkinan gagal bayar pada suatu pinjaman. Selain itu, dana provisi yang dikembalikan juga bergantung pada grade pinjaman, di mana semakin rendah grade pinjaman, semakin kecil jaminannya.

Saya yakin bahwa terus melakukan pinjaman dengan grade A di KoinWorks memberikan tingkat keamanan yang tinggi. Hal ini dikarenakan adanya kebijakan pengembalian dana provisi sebesar 100% jika terjadi gagal bayar pada pinjaman grade A, meskipun hingga saat ini saya belum mengalami situasi gagal bayar. Meskipun terdapat beberapa kasus keterlambatan pembayaran, tetapi saya merasa bahwa KoinWorks telah melakukan langkah-langkah yang memadai untuk memitigasi risiko dan melindungi kepentingan para investor. Untuk pembahasan lebih jauh mengenai platform-platform P2P bisa baca lebih lanjut disini.

Berikut ini adalah screenshot history pinjaman-pinjaman saya yang sedang dalam pengajuan, sudah dibayar dan maupun sedang berjalan.

 

 

 

Dalam pengalaman saya menggunakan KoinWorks, saya telah memperhatikan beberapa pola pembayaran pinjaman. Beberapa pinjaman dibayarkan lebih awal dari jadwal yang ditentukan, sementara ada juga yang mengalami keterlambatan pembayaran. Namun, yang menarik adalah bahwa meskipun terjadi keterlambatan, saya tetap menerima bunga dari keterlambatan tersebut. Hal ini memberikan keuntungan tambahan bagi investor seperti saya. 

Saya juga cenderung memilih pinjaman dengan grade A yang memiliki risiko lebih rendah, tetapi terkadang juga memberikan pinjaman pada pinjaman dengan grade B dan C. Hal ini disebabkan oleh penggunaan koin di KoinWorks karena koin diberikan oleh KoinWorks, bersifat sementara dan bisa hilang ketika digunakan untuk satu kali pinjaman, jadi saya cukup berani untuk melakukan pinjaman dengan grade yang lebih beresiko. 

 
Gambar yang terlampir menunjukkan jumlah total dana yang telah saya investasikan ke dalam platform KoinWorks, serta niat saya untuk terus menambah investasi tersebut setiap bulan. Selain itu, saya memiliki rencana untuk memindahkan sebagian dari Surat Berharga Negara (SBN),yang saya miliki ke dalam investasi peer-to-peer lending (P2P) dengan menjualnya melalui pasar sekunder. Meskipun saya harus menghadapi kerugian sebesar 0,6% dalam proses ini, saya meyakini bahwa kerugian tersebut dapat ditutupi dengan melakukan pendanaan sebesar 1 kali jumlah yang saya alihkan ke KoinWorks, termasuk bunga yang semestinya saya dapatkan dari SBN. 
 
Total Realized Gain yang tercatat sebesar Rp 295.981,49 yang dimulai sejak bulan Maret hingga saat ini menggambarkan hasil dari investasi saya. Hal ini dapat dikaitkan dengan fakta bahwa jumlah dana yang saya investasikan awalnya tidak mencapai Rp 56.000.000. Saya melakukan penambahan dana secara rutin setiap bulan untuk memperluas portofolio investasi saya. Selain itu, perlu dicatat bahwa beberapa pinjaman yang saya pilih memiliki tenor antara 3 hingga 4 bulan, yang berarti ada beberapa pinjaman yang belum mencapai tanggal jatuh tempo sehingga belum dihitung sebagai realized gain seperti pada gambar dibawah.
 


 

Potensial Return yang diharapkan saat semua pinjaman saya mencapai tanggal jatuh tempo adalah sebesar Rp 1.526.136,27, yang hampir setara dengan 2,72% dari total keuangan saya setelah dikurangi sebesar Rp 8.100.000. Penting untuk mencatat bahwa pengurangan ini terjadi karena jumlah tersebut sedang dalam proses peminjaman dan belum mendapatkan persetujuan, sehingga hasil kalkulasi belum muncul.

Dalam investasi grade A di platform KoinWorks, bunga pinjaman berkisar antara 11 hingga 12,77% per tahun, yang setara dengan sekitar 1% per bulan sebelum pemotongan pajak. Perbandingan ini menunjukkan perbedaan yang signifikan jika dibandingkan dengan investasi dalam Surat Berharga Negara (SBN) atau deposito. Saat artikel ini ditulis, suku bunga SBN biasanya berkisar 6%, sementara deposito hanya menawarkan suku bunga sekitar 3%. Dengan demikian, pengembalian investasi yang ditawarkan oleh platform peer-to-peer lending (P2P) seperti KoinWorks menawarkan potensi keuntungan yang jauh lebih tinggi bagi investor.

Berdasarkan hasil pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa meskipun investasi dalam peer-to-peer lending (P2P) menawarkan imbal balik yang tinggi, kita perlu memperhatikan bahwa peer-to-peer lending (P2P) juga memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan investasi dalam SBN atau deposito. Risiko tersebut terkait dengan kemungkinan adanya pinjaman yang mengalami gagal bayar, yang dapat berakibat pada investor tidak mendapatkan apa pun kecuali pengembalian dana pokok. Penting untuk diingat bahwa dana provisi yang seharusnya memberikan perlindungan hanya dapat dikembalikan jika dana tersebut masih tersedia.

Dalam konteks ini, investasi dalam peer-to-peer lending (P2P) perlu dilakukan dengan hati-hati dan pemahaman yang baik mengenai risiko yang terlibat. Sebagai investor, penting untuk melakukan analisis dan diversifikasi portofolio dengan cermat, serta memahami profil risiko dari masing-masing pinjaman yang dipilih. Memiliki pemahaman yang mendalam tentang platform peer-to-peer lending (P2P) yang dipilih, termasuk mitigasi risiko yang mereka tawarkan, seperti dana provisi pada KoinWorks, dapat membantu dalam mengurangi risiko investasi.